Senin, 17 September 2012

sahabat

Sahabat sejati Sahabat Telah kau daki Gunung kemerdekaan Menuju sinar harapan Kehidupan masa depan Menuju kebahagian Sahabat Relung waktu telah lalu Rindu hati ingin bertemu Walau surya telah berlalu Dirimu masih ku tunggu Dalam paruh waktuku Sahabat Aku memuja seraya berdoa Kesehatan dan keberkahan Tetap menyertaimu Bersama KuasaNya Kau akan bahagia Sahabat Ketika hati ini bergeming Gema Adzan berkumandang Dikaulah yang membimbing Ke Surau kecil desa Bersujud kepadaNya Hingga raga ini tenang Sahabat Sukma melemah Jiwa berserah Tak tahu arah Terhentilah darah Sahabat Telah berujung riang Gaung cinta persaudaraan Telah kau tebarkan Mengisi celah darah Terpendam lubuk dalam Sahabat Lukisan kata tepat Hembusan angin bertempat Riasan duniawi bersifat Dalam kota terpadat Semoga masih sempat Citra ini terdapat Puisi Persahabatan ke 2 Segenggam Asa Ada yang kurang memang Dalam kesendirianku kini Pagiku kini tak seriang kemarin Saat suaramu masih kudengar Angin malampun tau... Dingin memang tanpamu... Bintangpun enggan keluar... Kosong...langit bagai mati Saat mentari kembali... Hangat jiwa kini kurasa... Tolong... Cairkan...kebekuan hati ini... Sahabat.. Sepi kini memang milik-ku.. Milikmu, milik kita Tapi bukan untuk selamanya Jangan berhenti kawan... Jalan masih panjang... Segenggam asa... Mesti kau raih... Kini atau kelak ... Engkau pasti dapat... Mengejar semua cita... Impian..yang engkau impikan Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/07/puisi-persahabatan.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Sahabat sejati Sahabat Telah kau daki Gunung kemerdekaan Menuju sinar harapan Kehidupan masa depan Menuju kebahagian Sahabat Relung waktu telah lalu Rindu hati ingin bertemu Walau surya telah berlalu Dirimu masih ku tunggu Dalam paruh waktuku Sahabat Aku memuja seraya berdoa Kesehatan dan keberkahan Tetap menyertaimu Bersama KuasaNya Kau akan bahagia Sahabat Ketika hati ini bergeming Gema Adzan berkumandang Dikaulah yang membimbing Ke Surau kecil desa Bersujud kepadaNya Hingga raga ini tenang Sahabat Sukma melemah Jiwa berserah Tak tahu arah Terhentilah darah Sahabat Telah berujung riang Gaung cinta persaudaraan Telah kau tebarkan Mengisi celah darah Terpendam lubuk dalam Sahabat Lukisan kata tepat Hembusan angin bertempat Riasan duniawi bersifat Dalam kota terpadat Semoga masih sempat Citra ini terdapat Puisi Persahabatan ke 2 Segenggam Asa Ada yang kurang memang Dalam kesendirianku kini Pagiku kini tak seriang kemarin Saat suaramu masih kudengar Angin malampun tau... Dingin memang tanpamu... Bintangpun enggan keluar... Kosong...langit bagai mati Saat mentari kembali... Hangat jiwa kini kurasa... Tolong... Cairkan...kebekuan hati ini... Sahabat.. Sepi kini memang milik-ku.. Milikmu, milik kita Tapi bukan untuk selamanya Jangan berhenti kawan... Jalan masih panjang... Segenggam asa... Mesti kau raih... Kini atau kelak ... Engkau pasti dapat... Mengejar semua cita... Impian..yang engkau impikan Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/07/puisi-persahabatan.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar